Tags

, ,

Sholat Ied di hari jum’at

Karena karakteristik penanggalan hijriah yang berbeda dengan penanggalan masehi, maka hari raya umat Islam pun tidak memiliki tanggal atau hari yang sama setiap tahun di kalender masehi. Dengan demikian, tetap ada kemungkinan jika hari raya Ied al-Fitri dan Adha jatuh pada hari Jum’at. Kemungkinan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan,jika memang Ied jatuh pada hari Jum’at apakah sholat Jum’at masih merupakan kewajiban?

Para ulama berbeda pendapat tentang jawaban dari pertanyaan tersebut. Ada dua kelompok besar; kelompok pertama yang diwakili sebagian besar Imam Madzhab (Syafi’i, Maliki, Hambali) menyatakan sholat Jum’at pada hari itu Sunnah hukumnya. Dengan demikian dapat digantikan dengan sholat dzuhur. Sedangkan kelompok kedua yang diwakili oleh Imam Hanafi menyatakan bahwa sholat Jum’at wajib dan tidak berubah hukumnya dengan keberadaan Ied di hari tersebut.

Kelompok pertama mendasarkan pendapatnya kepada dalil dari Hadits Zaid bin Arqam, “Kami mengalami bertemunya dua Ied pada masa Rasulullah. Beliau SAW melaksanakan sholat ied kemudian memberikan kelonggaran untuk sholat Jum’at. Beliau SAW bersabda, ‘Siapa yang ingin sholat jum’at silahkan melaksanakannya.” (HR Abu Daud, Nasai, Ibn Majah dg sanad yang baik).

Kelompok kedua mendasarkan fatwanya dengan menyatakan bahwa sebagai sebuah kewajiban, sholat Jum’at tidak bisa dibatalkan statusnya dengan yang sunnah yaitu Sholat Ied.

Demikianlah sekilas perbedaan pendapat dalam status sholat jum’at yang bertemu dengan sholat ied. Jalan tengahnya adalah melaksanakan sholat jum’at. Dengan demikian, baik kelompok pertama maupun kedua sama-sama terwakili. Namun, jika hendak mengambil salah satu pendapat yang ada, maka masing-masing pendapat tersebut memiliki dasar. Wallahu’alam bi al-shawab

Selamat Ied, semoga Allah berkenan mensucikan jiwa kita di hari yang suci ini. Amiin.

Advertisements