Tags

,

Di penghujung Ramadhan, umat Islam bukan hanya disibukkan oleh persiapan menyambut Ied al-Fitri, tapi juga disibukkan dengan zakat yang harus di keluarkan setiap penghujung Ramadhan: zakat fitrah. Zakat ini diwajibkan untuk semua muslim yang bernyawa dan memiliki kelebihan bahan makanan di waktu malam Ied Fitri. Jenis zakat lain yang juga seringkali dikeluarkan bersamaan dengan zakat fitrah adalah zakat mal, yang diwajibkan kepada setiap muslim yang memiliki harta dengan jumlah susah mencapai nisab (85 gram emas murni) dan sudah selesai satu haul (periode satu tahun).

Namun, muncul pertanyaan, “Apakah dana zakat mal yang dikumpulkan dapat disalurkan kepada panitia pembangunan masjid atau masjid?”. Berkaitan dengan pertanyaan ini, para ulama sepakat bahwa dana zakat yang dikumpulkan diserahkan kepada kelompok yang sudah ditentukan dalam Al-Qur’an, “esungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (At-Taubah:60).

Selain mengindikasikan siapa saja yang berhak menerima zakat. ayat tersebut juga mengisyaratkan bahwa penerima zakat adalah individu, bukan institusi, lembaga, dan bangunan. Dengan demikian, penyaluran dana zakat kepada masjid tidak diperbolehkan. Akan tetapi, tidak demikian pada dana sedekah dan infaq. Kedua dana tersebut dapat diserahkan kepada panitia pembangunan masjid atau kepada kelompok yang berhak menerima zakat seperti yang ada di atas.

Wallahu’alam bi al-shawab

Sumber:

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=140864

Darul Ifta al-Mishri : http://dar-alifta.org.eg/AR/ViewFatwa.aspx?ID=635&text=%D8%A8%D9%86%D8%A7%D8%A1%20%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B3%D8%A7%D8%AC%D8%AF&MoftiIds=

 

 

Advertisements