Ini masalah serius. Kami mendengar sendiri betapa beliau dijelek-jelekkan, beliau dituduh yang bukan-bukan. Sebagai orang yang kenal dengan kepribadian beliau, jelas kami “panas”, tapi beliau justru adem ayem saja. Sehingga, dalam sebuah pengajian kami sepakat untuk meminta “persetujuan” beliau untuk membalas semua kampanye hitam atas diri beliau. Dan….beliau menolak dengan halus. “Biarkan saja” kata beliau adem. “Toh, orang-orang juga pada tau bagaimana kelakukan saya dan tindakan saya.”
“Tapi, perkataan si fulan bin fulin itu udah jelek banget. Fitnah itu. Masa kita diam aja.” kata Badrun, teman kami yang agak brangasan.
“Tenang ajeee….yang diomongin khan saya, yang dikatain jelek juga saya.”
“Tapi…”
“Begini” kata beliau tenang, memotong protes lebih lanjut dari pengajian kami, “jangan kira saya nga jengkel, kadang kesel itu timbul juga sebagai manusia. Tapi saya yakin Allah itu tidak pernah menghendaki sesuatu dengan sia-sia. Tidak ada kebetulan dalam kamus-Nya. Semuanya Dia tampilkan dihadapan kita dengan tujuan berlandaskan kasih dan sayang-Nya kepada kita.
Jadi, kalo sekarang saya dikatain begini dan begitu, saya harus melihat diri sendiri. Jangan-jangan, apa yang dikatakan orang itu benar.

Kalau saya dikatakan pembohong, bisa jadi itu benar. Mungkin nga berbohong kepada kalian, kepada orang lain, tapi saya pernah membohongi Allah di suatu waktu.
Kalau die bilang saya ini bodoh, sangat mungkin di suatu ketika saya merasa bangga dengan ilmu saya sehingga merasa memiliki ilmu dan dengan demikian, pada saat itu, sebenernya saya adalah orang bodoh yang merasa pintar. Kita ini khan sama-sama manusia, apa sih bedanya dia dengan saya. Kalau die punya iri, memangnya saya ini nga punya iri dan dengki? Ya punya. Kalau die punya marah? Memangnya saya nga punya marah?

Jadi, saya hanya berusaha mengambil apa yang Allah tampilkan dihadapan saya, apa yang Allah pertemukan dengan diri saya, sebagai cermin diri saya sendiri sembari memohon Semoga Allah mengampuni saya dan orang tersebut dan membuka hati kami terhadap kebaikan.” Tutupnya pada malam itu.

Advertisements